新闻是有分量的

Duka selimuti Menlu Retno pasca演唱了ayah meninggal dunia

发布于2016年10月28日上午9:07
已更新2016年10月28日上午9:07

RUMAH DUKA。 Para pelayat terlihat mendatangi rumah almarhum Mochammad Sidik,ayah dari Menlu Retno Marsudi。 Sidik meninggal pada Kamis,27 Oktober pukul 05:30 setelah mengeluh sesak nafas。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

RUMAH DUKA。 Para pelayat terlihat mendatangi rumah almarhum Mochammad Sidik,ayah dari Menlu Retno Marsudi。 Sidik meninggal pada Kamis,27 Oktober pukul 05:30 setelah mengeluh sesak nafas。 Foto oleh Fariz Fardianto / Rappler

SEMARANG,印度尼西亚 - Kesedihan mendalam nampak terlihat jelas dari raut wajah Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi ketika menginjakkan kaki di Semarang,Jawa Tengah pada Kamis siang,27 Oktober。 Betapa tidak,di tengah kesibukannya membuka forum negara-negara di sepanjang pesisir Samudera Hindia(IORA)yang dihadiri sekitar 27 Menlu asing,Retno malah memperoleh kabar ayahnya,Mochammad Sidik meninggal dunia。 Dia wafat di usia 82 tahun pada Kamis kemarin pukul 05:30 WIB。

Maka Retno terpaksa meninggalkan论坛IORA di Bali dan langsung bertolak ke rumah duka di Semarang。 Mengenakan baju dan kerudung warna hitam,mantan Duta Besar Indonesia untuk Belanda itu nampak menyalami pelayat yang berdatangan ke rumahnya。 Namun,dia memilih tidak mengungkap satu patah kata dan langsung masuk ke rumah duka。

Pihak keluarga sangat terkejut mendapati kabar duka itu。 Apalagi,mereka menilai almarhum merupakan sosok yang tegar dan jarang mengeluh mengenai penyakit糖尿病yang dideritanya。

“Secara pribadi,saya mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh masyarakat三宝垄。 Saya mohon agar Beliau didoakan sehingga dilapangkan jalannya di sisi Allah,“ujar suami Retno,Agus Marsudi yang tiba di rumah duka sekitar pukul 14:00 WIB。

Menteri Sekretaris Negara,Pratikno terlihat hadir di tengah kerumunan ratusan pelayat。 Dia datang mewakili Presiden Joko“Jokowi”Widodo untuk menyatakan duka cita atas berpulangnya ayah Retno。

Jokowi mengaku bangga terhadap almarhum karena mampu mendidik Retno menjadi sosok perempuan cerdas yang dapat berkontribusi besar bagi Bangsa Indonesia。

“Atas nama Bapak Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla serta seluruh jajaran pemerintah,kami sampaikan duka mendalam kepada keluarga Bapak Sidik dan Ibu Menlu Retno Marsudi,”kata Pratikno。

Menurut penuturan keluarga,Almarhum Sidik sejak lama memang menderita penyakit糖尿病。 Sebelum menghembuskan nafas terakhir,almarhum mengeluh sesak nafas。 Lalu,keluarga membawa ke RSUP Kariadi博士,tetapi nyawanya tidak tertolong。

“Sebenarnya ndak ada yang dirasakan Bapak,karena Beliau sudah sepuh。 Tapi pas subuh,Beliau merasakan sesak nafas lalu dibawa ke rumah sakit namun sudah meninggal,“ujar adik kandung Retno,Tri Laksono。

Sidik diketahui merupakan退伍军人perang pada masa pemerintahan kolonial Belanda。 Sosoknya dikenal supel tetapi rendah hati dan sering menjadi teman diskusi。 Hal itu sangat melekat di benaknya。

“Beliau juga sabar dan mudah bergaul,”kata Tri yang menyebut ayahnya tidak sempat mengucapkan pesan terakhir kepada keluarga。

Jenazah langsung dimakamkan setengah jam usai Retno tiba di rumah duka。 Dengan diiringi pengawalan yang ketat dari kepolisian dan TNI,jenazah almarhum dimakamkan di TPU Bergota yang berjarak hampir 1,5公里dari rumah duka。 Almarhum meninggalkan 5 anak dan 10 cucu。 - Rappler.com