新闻是有分量的

Kapolri minta pengunjuk rasa tak intervensi kasus Ahok

发布时间2016年11月4日下午3:58
2016年11月4日下午3:59更新

Sejumlah pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan'Segera Tankap Ahok Songong'di depan RSPAD,Jakarta,Jumat(4/11)。 Foto oleh Santi Dewi / Rappler

Sejumlah pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan'Segera Tankap Ahok Songong'di depan RSPAD,Jakarta,Jumat(4/11)。 Foto oleh Santi Dewi / Rappler

雅加达,印度尼西亚 - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta pengunjuk rasa tidak mengintervensi proses hukum kasus dugaan penistaan​​ ayat suci yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama。

“Jadi saya harap proses(hukum)jangan dipaksa,sesuai langkah hukum,”kata Kapolri Jenderal Tito Karnavian di lapangan Monuman Nasional(Monas),Jakarta Pusat,Jumat 2016年11月4日。

Saat ini ribuan orang turun ke jalan untuk menuntut agar Ahok segera diproses secara hukum。 Ia diduga telah menodai ayat suci saat berkunjung ke Kepulauan Seribu pada 27 September lalu。

“Jadi jangan percaya sama orang,kan bisa saja dalam hati kecil Bapak Ibu enggak bisa pilih saya。 Dibohongin pakai Surat Al Maidah 51,macam-macam itu。“kata Ahok saat itu。

Polisi,kata Kapolri,telah menerima laporan dan memproses kasus ini。 Sejumlah pihak telah dipanggil untuk dimintai kesaksian dan keterangan。 Bahkan Ahok双关语akan dipanggil pada Senin pekan depan。

“Hari Senin nanti,kami akan dengar pemeriksaan dari Pak Basuki。 Ketua MUI juga akan kita dengarkan。 Kemudian ada beberapa saksi,“kata Kapolri.Pihak pelapor seperti FPI juga sudah dimintai keterangan。

Namun sejumlah pengunjuk rasa hari tetap menuntut agar Ahok segera ditangkap。 Padahal散布hukum masih berjalan。 Kapolri meminta para pengunjuk rasa bersabar menunggu proses hukum selesai。 -Rappler.com

Baca juga:

  • r