新闻是有分量的

Kalla:Kasus Ahok akan diselesaikan dalam 2 pekan

发布时间2016年11月4日下午7:43
更新时间2016年11月4日下午7:43

Wapres Jusuf Kalla bertemu dan bersilaturahim dengan perwakilan ormas aksi damai 4/11 di Kantor Wapres。 Foto dari Twitter / @ Pak_JK

Wapres Jusuf Kalla bertemu dan bersilaturahim dengan perwakilan ormas aksi damai 4/11 di Kantor Wapres。 Foto dari Twitter / @ Pak_JK

雅加达,印度尼西亚-Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan bahwa kasus dugaan penistaan​​ agama oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama akan diproses secara hukum yang tegas dan cepat。

“Kami sudah berbicara dengan teman-teman yang mewakili massa,saudara Ahok akan dilaksanakan proses hukum yang tegas dan cepat,”kata Kalla kepada wartawan di kantornya,pada Jumat sore,11月4日。

Hal itu disampaikan Kalla usai berdialog dengan perwakilan pengunjuk rasa di kantor Wapres。 Di antara beberapa perwakilan pengunjuk rasa yang ditemui Kalla adalah Bachtiar Nashir(Arrahman Quranic Learning),Ustadz Zaitun Rasmin(Wahdah Islamiyah),dan Ustadz Misbah(前Pembela Islam)。

Kalla menegaskan bahwa proses hukum tersebut akan diselesaikan dalam waktu dua pekan。 Ahok sendiri sudah dijadwalkan akan mendatangi kantor Badan Reserse Kriminal(Bareskrim)pada Senin,11月7日,untuk diperiksa sebagai saksi。

Sejumlah organisasi masyarakat Islam hari ini melakukan aksi demo besar-besaran di Jakarta Pusat dan tersebar di tiga titik utama,Istana Negara,Balai Kota DKI Jakarta,dan kantor Bareskrim。 Mereka menuntut Presiden Joko“Jokowi”Widodo untuk mencopot Ahok dari jabatannya dan meminta Bareskrim untuk menetapkan Ahok sebagai tersangka。

Sebelum bertemu Kalla,Bachtiar Nasir telah diizinkan masuk ke dalam Istana Negara dan ditemui oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Koordinator Politik,Hukum,dan HAM Wiranto。 Namun Bachtiar bersikukuh tetap ingin bertemu Jokowi。 Ia kemudian mengiyakan untuk bertemu dengan Kalla。

Jokowi sendiri hari ini sedang tidak berada di Istana。 Ia melakukan kunjungan kerja ke Bandara Soekarno-Hatta,Tangerang,Banten,untuk mengecek perkembangan pembangunan infrastruktur di sana。 -Antara / Rappler.com