新闻是有分量的

Polri:15 orang tengah diperiksa dalam aksi kerusuhan di Penjaringan

2016年11月5日下午1:45发布
2016年11月5日下午1:47更新

PENJARAHAN。 Garis polisi dipasang di sebuah mini market yang dirusak dan dijarah ketika terjadi kericuhan di Penjaringan,Jakarta,Sabtu,11月5日dini hari。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

PENJARAHAN。 Garis polisi dipasang di sebuah mini market yang dirusak dan dijarah ketika terjadi kericuhan di Penjaringan,Jakarta,Sabtu,11月5日dini hari。 Foto oleh Hafidz Mubarak / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Pihak kepolisian terus menyelidiki aksi kerusuhan di area Penjaringan,雅加达Utara bersamaan dengan digelarnya aksi damai 11月4日。 Dalam aksi tersebut,sekelompok orang yang tidak diketahui asalnya menjarah toko waralaba dan sweeping kepada para pengendara di daerah itu。

“Ada sebuah迷你市场,Alfamart yang dijarah。 Mereka ini bukan bagian dari demonstran di Medan Merdeka Barat atau Monas。 Ini murni(tindak)kriminal,“kata Kadiv Humas Mabes Polri,Irjen Pol Boy Rafli Amar ketika memberikan keterangan pers pada Sabtu,11月5日。

Sejauh ini,pihak kepolisian tengah memeriksa 15 orang yang akan ditetapkan statusnya usai 1X24 jam。 Dia kembali menegaskan peristiwa yang berlangsung di area Penjaringan murni kriminal dengan memanfaatkan situasi。

“Untung personil kami di lapangan,baik itu Polri dan TNI berhasil meredam semua,sehingga tidak menjalar ke mana-mana,”kata dia。

Kabid Humas Polda Metro Jaya,Kombes Awi Setiyono mengatakan ada sekitar 300 orang yang bertindak anarkis di kawasan Luar Batang,Kali Pakin Penjaringan,Jakarta Utara。 Awi menyebut massa bertindak karena mendengar informasi mengenai kericuhan di Ustana。

“Makanya mereka ada yang menggerakan。 Itu masih kita selidiki,“ujarnya。 (BACA: )

Pasca berhasil dibendung,kondisi di area Penjaringan sudah kondusif。 Situasi serupa juga terlihat pada beberapa titik yang pada Jumat kemarin dipenuhi ribuan demonstran untuk berunjuk rasa。 Mereka menuntut agar Presiden Joko“Jokowi”Widodo segera mempercepat proses penyelidikan kasus dugaan penistaan​​ agama yang dilakukan Gubernur non aktif Basuki“Ahok”Tjahaja Purnama。 - Rappler.com