新闻是有分量的

Ahmad Dhani bantah telah hina Jokowi saat demo 11月4日

发布时间:2016年11月7日下午7:02
2016年11月7日下午7:02更新

Ahmad Dhani saat diwawancarai media pada Aksi Bela Islam di Jakarta,2016年11月4日.Foto dari Instagram / ahmaddhaniprast

Ahmad Dhani saat diwawancarai media pada Aksi Bela Islam di Jakarta,2016年11月4日.Foto dari Instagram / ahmaddhaniprast

雅加达,印度尼西亚 - Musisi Ahmad Dhani membantah telah menghina Presiden Joko“Jokowi”Widodo dalam orasi pada demonstrasi 11月4日dan menyebut video yang病毒di internet merupakan editan。

“视频杨beredar tidak sempurna yang juga termuat dalam laporan mereka [relawan Presiden Jokowi] .Ada yang dipenggal dan mengubah makna dari fakta sebenarnya,”kata kuasa hukum Dhani,Ramdan Alamsyah,dalam konferensi pers di Jakarta,pada Senin,11月7日。

Ramdan mengatakan,dalam video tersebut kata-kata“tapi tidak boleh”telah dipotong sehingga menjadi seperti penghinaan。 Padahal menurut dia,jika tidak dipotong,kalimat tersebut bertujuan justru mengedukasi dan meredam demostran。

“Relawan Jokowi yaitu Projo dan LRJ [Laskar Rakyat Jokowi] seharusnya berterimakasih kepada Ahmad Dhani.Ucapan Dhani justru meredam tensi para demonstran,”kata Ramdan。

Pihak Dhani akan melaporkan balik relawan Jokowi dengan menyertakan laporan palsu dan video yang telah diedit yang telah viral di dunia maya。

“Kami menghormati Presiden。Kami merasa terfitnah。Ini men- downgrade Ahmad Dhani.Kami yakin ucapan itu sama sekali tidak bertujuan untuk menistakan siapapun,”kata Ramdan。

Sebelumnya,beolaan orang yang mengatasnamakan diri Laskar Rakyat Jokowi melaporkan Dhani ke polisi atas tuduhan penghinaan terhadap Presiden Jokowi dalam orasinya pada Aksi Bela Islam,Jumat,11月4日lalu。

,“Saya sangat sedih punh Presya yang tidak taat sama ulama.Ingin saya katakan anjing tapi tidak boleh.Ingin saya katakan babi tapi tidak boleh”

“Kami relawan Pak Jokowi-JK tersinggung sekali oleh public speaking yang buruk sekali,”kata Riano,yang menuntut Dhani dengan pelanggaran pasal 207 KUHP tentang penghinaan terhadap penguasa。

Menurut ketentuan itu,barang siapa dengan sengaja di muka umum dengan lisan atau tulisan menghina penguasa atau badan umum yang ada di Indonesia diancam dengan pidana penjara paling lama satu tahun enam bulan atau denda。 -Antara / Rappler.com